Cinta Renjana
Pada suatu hari

Tak terasa hari begitu cepat berlalu.
Rasanya baru kemarin SK tugas aku terima, eih.... pagi ini aku buka buku harianku disana tertera tanggal yang tak kuduga 7 tahun aku dinas di Puskesmas ini. Ah ..... bayangku melayang jauh ke hari-hari yang telah berlalu.
Ya...waktu aku diwisuda, waktu itu Beliau masih mendampingi Mamaku menghadiri momen yang telah ditunggu-tunggu dari masa kecil sampai akhirnya apa yang di cita-citakan seorang Ayah yaitu Papaku tercinta salah satu anaknya menjadi dokter.
Papa, aku sekarang sudah bisa mewujutkan harapanmu. Aku disini melayani banyak pasien yang membutuhkan pertolongan. Aku bersyukur Pa, karena perjuanganmu aku bisa sampai hari ini. Meskipun kau telah tiada, tapi dihatiku Papa masih ada dekat denganku, ya...Pa....Papa masih sangat dekat dengan anakmu ini. Kabar Mama baik Pa, jangan kuatir ada aku yang menjaga Mama.

Tidak kusadari, air mataku mengalir membasahi pipiku, sementara itu aku dikejutkan oleh ketukan pintu, seorang perawat masuk membawa catatan pasien yang harus kulayani di pagi yang bening, cerah dan bersemangat. Terima kasih Tuhan ... aku Engkau beri kesempatan bisa menolong banyak orang.
Kututup buku harianku dengan senyum bahagia